
Apakah Sibuk Itu Privilege? Hustle Culture di Kalangan Gen Z
Sibuk Itu Privilege, Generasi Z - “Duh, maaf nggak bisa ikut main, lagi sibuk banget nih.”
Kalimat sederhana itu menjadi
salah satu kalimat yang kerap diucapkan di kalangan generasi Z. Dari para
mahasiswa hingga pekerja muda, kesibukan bisa dianggap sebagai ‘hobi baru’ sampai
status sosial. Baru-baru ini, terdapat diskursus menarik di Twitter (X)
mengenai “Apakah sibuk itu sebuah privilege?”
Ada yang mengatakan bahwa sibuk adalah keberuntungan tersendiri dan sebagian lain menganggapnya sebagai sebuah perangkap dalam pola hidup yang melelahkan. Lalu bagaimana sibuk diartikan oleh generasi saat ini?
- Key Takeaways
- Sibuk Itu Privilege
- Hustle Culture Gen Z
- Generasi Z
- Work Life Balance
- Productivity Mindset Gen Z
- Gen Z Burnout
- Membangun Kesibukan
Apa itu sibuk?
Bagi generasi Z, sibuk kerap dikaitkan dengan proses pembentukan identitas diri dan personal branding mereka. Kesibukan dianggap sebagai cara mengembangkan keterampilan, memperluas jaringan, dan membangun jati diri. Tak jarang sibuk dianggap sebagai produktivitas. Akibatnya, banyak generasi muda saat ini berlomba mencari berbagai kegiatan untuk mendapatkan kesibukan, mulai dari mengikuti internship, kerja part-time, hingga membuat konten digital.
Namun, jika melihat sisi lain, sibuk dimaknai berbeda bagi sebagian orang. Sibuk bukanlah sebagai kegiatan yang dilakukan untuk mengisi waktu, tetapi kegiatan yang terpaksa dilakukan demi bertahan hidup. Misalnya seorang mahasiswa yang harus bekerja part-time di berbagai tempat demi bisa membayar biaya kuliah. Dalam konteks itu, sibuk bukan diartikan sebagai cara untuk berkembang, tetapi sebagai bentuk survival mode seseorang.
Tidak Semua Orang Bisa Sibuk
Di sinilah muncul pandangan bahwa sibuk adalah privilege. Sibuk menjadi “kemewahan” tersendiri ketika seseorang memiliki kesempatan, keberuntungan, dan akses yang memadai untuk mendapatkan kesibukan itu. Mereka yang memiliki “kemewahan” itu kemudian dianggap sebagai seseorang yang memiliki arah dan tujuan yang jelas mengenai dirinya.
Jadi, Apakah Sibuk Itu Sebuah Privilege?
Penutup
Hidup di dalam hustle culture bukanlah hal yang mudah bagi generasi Z. Semua orang terlihat berusaha sangat keras untuk mencari dan membentuk identitas diri, produktivitas semata, hingga validasi sosial. Namun yang terpenting saat ini bukanlah banyak atau sedikitnya kesibukan, tetapi kendali diri terhadap waktu dan arah tujuan hidup mereka sendiri. Pada akhirnya yang kita perlukan adalah kehidupan yang seimbang serta penuh makna dan mampu membuat kita merasa benar-benar hidup.
Lin Yutang “Those who are wise won't be busy, and those who are too busy can't be wise.”

Writer Notes
Notes
Fenomena sibuk di kalangan Gen Z semakin sering menjadi bahan perbincangan, terutama di media sosial seperti Twitter (X). Baru-baru ini ada perbincangan mengenai apakah sibuk adalah privilege? Artikel ini dibuat untuk membuka ruang diskusi, "apakah sibuk benar-benar privilege, atau sekadar bentuk keterpaksaan dalam hustle culture?" sekaligus menjadi bahan reflektif dalam memaknai kesibukan mereka sendiri, apakah benar memberi pertumbuhan, atau hanya membuat mereka terjebak dalam lingkaran survival.