banner

Miss komunikasi Karena Ekspresi? - (Universal Expression)

Miss komunikasi Karena Ekspresi? - Halo, Sobat Dialogi! Pernah nggak kalian ngerasa kayak ada "lost in translation" saat lagi ngomong sama temen?

Maksud hati mau ngejelasin A, tapi respons yang didapat malah kayak ngomongin Z.

Bingung, kan?

Nah, salah satu "penyebab utama" dari hal ini bisa jadi karena ekspresi wajah kita.

Ekspresi Manusia: Sebuah Jurnal Emosi Tanpa Perlu Huruf

1

1

Kalian pasti pernah merasakan, kan, saat melihat seseorang dan tanpa perlu dia bicara, kalian sudah bisa menebak apa yang dia rasakan?

Itulah kekuatan dari ekspresi wajah. Setiap individu memiliki cara unik dalam menunjukkan perasaannya.

Sebagian dari kita mungkin langsung terbuka, jelas terlihat di wajah saat merasa bahagia, tenggelam dalam kesedihan, atau mendidih dalam kemarahan.

Namun, ada hal menarik yang mungkin belum kita sadari sepenuhnya.

Walaupun ekspresi wajah seolah menjadi bahasa universal, makna di balik ekspresi tersebut ternyata bisa memiliki interpretasi yang berbeda di setiap budaya.

Coba bayangin deh, di sebuah pulau di Papua Nugini, ketika kita punya ekspresi terkejut, orang-orang di sana malah mikir kita lagi marah.

Wow, beda banget kan?

Itu karena mereka punya pandangan berbeda tentang ekspresi terkejut.

Mungkin bagi mereka, orang yang terkejut itu kayak lagi bilang "Eh, lo ngapain sih?!" Haha.

Sungguh suatu perbedaan persepsi yang menarik dan memperkaya keragaman budaya kita, bukan?

Dan di sinilah masalahnya.

Banyak banget misskomunikasi yang terjadi karena ekspresi wajah kita yang nggak sesuai dengan apa yang kita rasakan atau mau sampaikan.

Misalnya, pas lagi serius dengerin teman cerita, tapi kita malah dikira nggak peduli karena mukanya datar.

Atau pas lagi seneng denger kabar baik, tapi malah dikira sedih karena mata kita berkaca-kaca.

Bisa bikin suasana jadi awkward kan?

Ekspresi Wajah: Sumber Masalah Komunikasi?

Pernah denger pepatah "Sepotong gambar berbicara lebih dari seribu kata"?

Nah, itu berlaku juga untuk ekspresi wajah kita.

Kadang, tanpa kita sadari, ekspresi kita lebih banyak bicara daripada kata-kata yang keluar dari mulut kita.

Ketika kita nggak pake ekspresi yang tepat, bisa jadi lawan bicara kita nggak ngeh atau malah salah paham sama maksud kita.

Jadi, walaupun kita udah pilih kata-kata yang tepat, kalau ekspresi wajah kita nggak mendukung, ya sama aja boong.

Yuk, Pakai Ekspresi yang Tepat!

"The single biggest problem in communication is the illusion that it has taken place."

George Bernard Shaw

Hal yang dapat dilakukan

Supaya komunikasi kita nggak sering salah paham, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan:

1. Kenali Diri Sendiri

2

2

  1. Pertama-tama, kita harus tau dulu ekspresi kita kayak apa saat seneng, sedih, marah, dan lain-lain.

    Baru deh, kita bisa ngontrol ekspresi kita saat berkomunikasi.

2. Pahami Konteks

  1. Dalam setiap situasi, coba rasain dulu suasana hatinya. Kalau lagi di acara serius, ya mungkin ekspresi kita harus lebih formal.

    Tapi kalau lagi ngobrol santai sama temen, ya bebas deh mau ngakak atau cemberut.

3. Latihan di Depan Cermin

  1. Ini seru, lho! Cobain deh sesekali latihan ekspresi di depan cermin.

    Dengan begini, kita jadi tau gimana wajah kita saat menunjukkan berbagai emosi.

4. Tanya Temen

3

3

  1. Kadang, kita sendiri nggak sadar kalau ekspresi kita salah.

    Nah, temen-temen bisa jadi "cermin hidup" kita. Tanya aja pendapat mereka tentang ekspresi wajah kita.

"The most important thing in communication is hearing what isn't said."

Peter Drucker

Yow Sobat Dialogi! Intinya gini, komunikasi itu nggak cuma soal apa yang kita omongin, tapi juga gimana muka kita pas ngomongin itu.

Bayangin deh, kata-kata kita manis banget tapi mukanya kayak abis makan jeruk pahit. Pasti ada yang aneh, kan?

Muka kita tuh kayak buku cerita, yang tanpa perlu kita buka, orang lain udah bisa baca isinya.

Tapi, yang seru, tiap orang punya 'bahasa' bukunya sendiri.

Di satu tempat, ekspresi terkejut bisa berarti "duh, kaget banget!", tapi di tempat lain malah bisa berarti "duh, kesel nih!".

Dan di sinilah sering terjadi kesalahan komunikasi.

Bukan karena kita salah ngomong, tapi karena ekspresi wajah kita nggak sinkron sama apa yang kita omongin.

Kalau kata-kata sama ekspresi wajah kita nggak match, ya kayak nonton film horor dengan backsound lagu dangdut. Nggak nyambung!

Jadi, solusinya? Gampang! Kita harus tau dan kenal betul ekspresi kita sendiri.

Lalu, sesuaikan dengan situasi dan kondisi. Jangan sampai kita pengen nunjukin simpati, tapi malah dikira sinis gara-gara ekspresi kita.

Penting juga buat selalu berlatih dan minta feedback dari temen-temen. Biar kita makin peka dan bisa jadi master dalam hal ekspresi wajah.

So, yuk mulai sekarang jadi lebih aware dengan ekspresi kita! Biar komunikasi makin lancar dan nggak ada lagi yang namanya "lost in translation"!

maya

Maya Alif Bunga Marshanda


Life must go on. Get out of comfort zone and do what you've been worried about all this time

fajar

Ahmad Fajar


Fastabiqul Khairat

Pay Us By Leaving

Your Rating

Support semangat penulis dengan memberikan komentar dan masukan plus komentarmu akan kami masukkan ke website ini dalam bentuk anonimus