Membohongi diri sendiri

Membohongi Diri Sendiri? Cewe Sering Lakukan Ini- (Understanding The Brain)

Membohongi Diri Sendiri - Hey, cewe-cewe cantik! Kalian pernah merasa kalau kalian 'membohongi' diri sendiri? Seringkali kita menciptakan sebuah realitas semu untuk diri kita sendiri, entah itu sadar atau tidak.

Misalnya, saat kita yakin banget ukuran celana kita masih sama, tapi setelah coba beberapa kali, 'Oops!' ternyata udah naik satu ukuran.

Atau..

Saat teman bertanya, "Kamu kenapa?", lalu dengan sontan cewe akan menjawab dengan, "Aku gapapa kok", jawaban tamplate padahal dalam hatinya sedang berkecamuk.

Ladies, kenapa kalian lebih memilih 'menutup mata' daripada menghadapi kenyataan?

Seolah-olah dengan tidak mengakui sesuatu, masalah itu akan hilang dengan sendirinya.

Namun, mengapa kita begitu sering mengecilkan masalah atau perasaan kita sendiri? Apakah ini cara kita untuk melindungi diri dari rasa sakit atau kekecewaan?

Mungkin, ada tekanan tertentu yang membuat kita merasa harus selalu 'sempurna'.

Dengan media sosial yang membanjiri kita dengan standar kecantikan dan kesempurnaan, kadang kita merasa harus menampilkan diri sebagai seseorang yang "oke" di mata dunia, meski kenyataannya bisa jadi berbeda.

Tapi, di balik semua "pembohongan" itu, sebenarnya ada sebuah keinginan untuk diterima dan dicintai apa adanya.

Kita ingin dilihat kuat, bahagia, dan tidak memiliki masalah.

Namun, mengakui perasaan kita dan menerima kenyataan bisa jadi langkah pertama untuk benar-benar merasa lebih baik.

Jadi, cewe-cewe kece, bukankah saatnya kita mulai jujur pada diri sendiri?

Menyadari bahwa setiap orang punya masalah dan tantangan masing-masing.

Dan, yang paling penting, kita semua punya hak untuk merasa sedih, kecewa, atau bahagia tanpa harus 'membohongi' diri sendiri. Mari kita peluk realita dan hadapi dengan kepala tegak!

Kenapa Cewe Suka Membohongi Diri Sendiri?

Di zaman sekarang ini, persaingan di mana-mana, dari urusan karir sampai tampilan fisik.

Kadang, kita berbohong pada diri sendiri untuk melindungi hati kita dari rasa sakit atau tekanan emosional.

Membohongi diri sendiri

Membohongi diri sendiri

Misalnya, ketika kita nggak mau mengakui kalau kita sebenarnya sedih atau kecewa. Kita mungkin berpikir kalau dengan mengaku "Aku oke-oke aja" akan membuat kita benar-benar merasa baik. Tapi, apa benar demikian?

Padahal kalau kamu tahu, berbohong itu nggak semudah yang kamu pikirkan, lho!

Berbohong butuh kreativitas. Bayangin aja, kita harus mengingat detail-detail cerita agar tetap konsisten. Tapi yang paling rumit adalah ketika kita membohongi diri kita sendiri. Kita harus bisa menyimpan dua informasi yang berlawanan di kepala dan memilih mana yang ingin kita percayai.

"Better to get hurt by the truth than comforted with a lie."

Khaled Hosseini

Fun fact

Membohongi diri sendiri

Membohongi diri sendiri

Berbohong ternyata mengaktifkan beberapa bagian otak yang spesifik. Itu artinya, otak kita harus bekerja lebih keras saat kita berbohong dibanding saat kita jujur. Penasaran bagian mana saja yang aktif?

  1. 1. Anterior Cingulate Cortex

    Bagian otak ini bertugas memantau kesalahan yang kita buat.

    Saat kita berbohong, otak kita sebenarnya menyadari bahwa apa yang kita katakan bertentangan dengan kenyataan atau ingatan kita.

    Nah, si Anterior Cingulate Cortex inilah yang memberi sinyal "Eh, itu nggak bener tuh!" Meskipun kadang kita memilih untuk mengabaikannya.

  1. 2. Dorsolateral Prefrontal Cortex

    Area ini berfungsi untuk mengontrol perilaku kita. Dalam konteks berbohong, bagian otak ini membantu kita memutuskan apakah kita akan berbohong atau jujur.

    Ini semacam filter perilaku kita, yang membantu kita mempertimbangkan konsekuensi dari setiap pilihan kata yang kita gunakan.

  1. 3. Korteks Parietal

    Bagian otak ini bertugas memproses informasi yang kita terima dari panca indra kita.

    Saat kita berbohong, otak kita harus memproses informasi dengan lebih intens, seperti memeriksa reaksi orang lain, mengontrol ekspresi wajah kita, bahkan memastikan suara kita tetap stabil.

    Korteks parietal membantu kita mengatur semua hal tersebut agar 'akting' kita saat berbohong terlihat meyakinkan.

    "No one has a good enough memory to be a successful liar."

    Abraham Lincoln

Dampak berbohong terhadap personal branding

Untuk para cewe di era digital saat ini, personal branding menjadi hal yang esensial.

Membangun citra diri yang positif di dunia maya dan nyata bisa membuka banyak peluang, baik dalam karir maupun kehidupan pribadi.

Namun, apa yang terjadi saat cewe sering berbohong?

  1. 1. Kejujuran Dipertanyakan

    Dalam dunia yang semakin transparan, dimana setiap informasi bisa dengan mudah diakses, kebohongan kecil pun bisa terungkap.

    Sekali kepercayaan rusak, sulit untuk membangunnya kembali.

  1. 2. Citra yang Tidak Otentik

    Saat kita berbohong, kita sebenarnya sedang membangun citra diri yang jauh dari realita.

    Meskipun tampak sempurna di permukaan, citra yang palsu ini rawan retak dan bisa hancur kapan saja.

  1. 3. Kerugian Reputasi dan Kepercayaan

    Di era sosial media, kabar buruk bisa menyebar dengan cepat.

    Jika kebohongan kita terungkap, bukan hanya nama baik yang tercoreng, tetapi juga kepercayaan pengikut, teman, bahkan rekan bisnis bisa hilang.

Contoh Nyata

Membohongi diri sendiri

Membohongi diri sendiri

Ada beberapa kasus yang cukup mencengangkan.

Seorang beauty vlogger yang selama ini mengklaim bahwa kecantikannya alami, ternyata terbukti telah melakukan operasi plastik. Atau

Influencer yang terang-terangan mempromosikan produk A, tetapi dalam kesehariannya malah menggunakan produk B.

Hal-hal seperti ini, meskipun tampak sepele, bisa memberikan dampak besar pada reputasi.

Jadi, bagi para cewe out there, mari menjadi lebih bijak dalam membangun citra diri. Keaslian, meskipun terkadang memiliki cacat dan kekurangan, akan selalu lebih berharga dibandingkan topeng yang sempurna.

Gaya Hewan dan Manusia dalam Berbohong

Membohongi diri sendiri

Membohongi diri sendiri

Tau ga si? Ternyata nggak cuma manusia aja yang bisa berbohong.

Hewan juga punya caranya sendiri untuk berbohong, meskipun berbohong disini bukan perilaku bohong yang dilakukan manusia yaa... Contohnya...

  1. 1. Burung Cuckoo yang menaruh telurnya di sarang burung lain

    Mereka seolah-olah membuat burung penerima percaya kalau anaknya adalah anak kandung mereka.

    Nggak kalah drama dari kita, kan?

    Mirip dengan manusia yang mungkin membohongi diri sendiri tentang realitas situasi untuk menghindari rasa sakit atau kebenaran yang sulit.

  1. 2. Hewan yang jadi master penyamaran

    Mereka "berbohong" pada pemangsanya dengan cara menyamar.

    Mirip banget dengan kita yang kadang-kadang memilih untuk "menyembunyikan" sisi asli kita demi diterima di lingkungan sosial.

    Entah itu dengan memakai make-up, gaya berpakaian, atau bahkan perilaku tertentu.

Kesimpulan

Membohongi diri sendiri mungkin jadi salah satu cara kita untuk bertahan di dunia yang penuh persaingan ini. Namun, penting juga untuk kita sesekali introspeksi dan jujur pada diri sendiri.

Karena dengan mengakui kebenaran, kita bisa tumbuh dan berkembang menjadi versi terbaik dari diri kita.

Jadi, cewe-cewe cantik, jangan takut menghadapi realitas dan tetap percaya diri ya! Kita semua luar biasa dengan cara kita masing-masing.

Maya Alif Bunga M

Maya Alif Bunga Marshanda


Life must go on. Get out of comfort zone and do what you've been worried about all this time

Rama Anindya

Rama Anindya


In solitude, the lone wolf discovers the strength within, not in the company of the pack, but in the echo of its own howl.

Pay Us By Leaving

Your Rating

Support semangat penulis dengan memberikan komentar dan masukan plus komentarmu akan kami masukkan ke website ini dalam bentuk anonimus