Mencintai Diri Sendiri | Kelas Public Speaking Dialogika

Belajar Mencintai Diri Sendiri Lebih Tulus Ketimbang Mencintai Mantan 😋

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO, 2017a) menyatakan bahwa depresi dan kecemasan merupakan gangguan jiwa umum yang prevalensinya paling tinggi.

Lebih dari 200 juta orang di seluruh dunia (3,6% dari populasi) menderita kecemasan. Sementara itu jumlah penderita depresi sebanyak 322 juta orang di seluruh dunia (4,4% dari populasi) dan hampir separuhnya berasal dari wilayah Asia Tenggara dan Pasifik Barat. Depresi merupakan kontributor utama kematian akibat bunuh diri, yang mendekati 800.000 kejadian bunuh diri setiap tahunnya.

Dari pernyataan di atas, dapat kita maknai bahwa kesehatan mental adalah hal yang genting. Di negara-negara sedang berkembang, penyakit tidak menular seperti gangguan jiwa dan penyakit jantung, akan mengambil alih kedudukan penyakit infeksi dan kekurangan gizi sebagai penyakit yang menyebabkan kematian (Saleh, 2018). Waah benar-benar gawat ya?

Depresi dan kecemasan dapat timbul dari beberapa faktor seperti kejadian traumatis, penyakit kronis, pola makan buruk, terlalu banyak memendam rasa serta kurangnya kemampuan untuk menerima diri.

Menerima Kekurangan Diri

Self-love is most important affirmations that you should have.- Nn

Tidak ada manusia yang sempurna, yang bisa dilakukan hanyalah berlagak sempurna dan menutup-nutupi kekurangan. Rasanya hal ini sangat penting untuk dicamkan betul-betul di dalam pikiran. Sekarang masalahnya, bagaimana cara untuk menerima kekurangan diri itu?

Cobalah menggunakan cara A-I-R!

Akui

Sebenarnya kamu bisa mengubah persepsi kekurangan ini sebagai keunikan atau sifat diri. Seperti seorang yang pendiam, pemalu atau mudah marah dan sifat lainnya; sebenarnya bukanlah kekurangan melainkan identitas.


Bisa saja penyebutan “pemalu” diubah menjadi “perlu waktu untuk bisa berinteraksi dengan orang baru”. Apakah ini membohongi diri? Tentu saja tidak. Ini adalah proses mengakui diri sendiri, semua itu bukanlah kekurangan melainkan adalah “AKU”!

Izinkan


Setelah kamu bisa “mengakui” diri, tahapan selanjutnya adalah mengizinkan. Izinkan diri untuk mengerti bahwa kamu adalah “kamu” dengan segala keunikan yang kamu miliki.

Selflove tidak melulu perihal menerima diri, selflove berarti bagaimana kita bisa mendevelop diri menjadi lebih baik.

Izinkan dirimu untuk tetap tinggal bila kamu bisa menerimanya; izinkan dirimu untuk berubah bila itu bisa membuatmu merasa lebih baik.

Relakan

Tahapan terakhir adalah merelakan. Sebagai manusia biasa, kita tidak memiliki kuasa terhadap takdir, semua sudah diatur sedemikian rupa oleh Sang Pencipta. Maka dari itu, relakan hal yang sekiranya tidak bisa kamu ubah dan capai.


Cobalah melihat sekitar karena sebenarnya banyak hal yang kamu miliki, hanya saja karena terbiasa, kamu lupa bahwa itu juga merupakan kelebihanmu!

Konsultasi Bersama Dialogika

Promo Program